Sabtu, 02 Oktober 2021

Sejarah Kerajaan Andolo

 SEJARAH KERAJAAN ANDOOLO

Oleh

Drs. H. Basaula Tamburaka

Prolog :

Beberapa waktu lalu saya ikuti diskusi “panas” di Goup Anak Muda Tolaki. Sungguh saya terenyuh ada yang nyeleneh  bertanya tak karuan alias “sinis” begini: Benarkah Ada Kerajaan Andoolo?

Pertanyaan ini mungkin saja sebagai pancingan sebuah opini. Meski demikian saya wajib menjawab. Dengan alasan para generasi muda anak tolaki yang sebagian masih “lugu” tentang sejarah yang ada di Bumi Ndolaki Konawe-Mekongga. Besar kemungkinan belum mendengar ada sebuah Kerajaan di wilayah Kendari Selatan yaitu Kerajaan Andoolo.

Menurut catatan sejarah di Wilayah Kerajaan Andoolo di sana tidak masuk dalam struktur Pemerintahan Siwolembatohu pada zaman dinasti Tebawo alias Sangia Inato memerintah dari tahun 1602-1668 (Prof. Edi Mokodompit). Adalah bohong ada oknum netizen yang mengatakan “Barata I Moeri I Asaki (Selatan). Berpusat di Puriala dengan wilayah sampai Andoolo jabatan Inowa orangnya Taridala. “Maka belajarlah sejarah dulu baru bilang sampai di Andoolo di sana adalah suatu Wilayah Kerajaan Otonom tidak berafiliasi dengan Kerajaan konawe yang dipimpin Sangia Inato”.

Guna mebuktikan pernah ada Kerajaan di suatu wilayah.Seperti Kerajaan Andoolo pasti ditemukan adanya Arekologi peninggalan sebuah Kerajaan seperti Kerajaan Andoolo yang tersebar di Kecamatan Andoolo, Andoolo Barat, Palangga dan Tinanggea.Serta bukti “hidup” adanya manusia atau garis keturunan raja yang berkuasa yaitu garis keturunan ketiga H. Yakub Silondae, Abdullah Silondae (Mantan Gubernur Sultra) terakhir Drs. Rustam Silondae sebentar lagi dikukuhkan selaku “Mokole Andoolo Ke IX” dan sebentar lagi mengikuti Persekutuan Keturunan Raja-Raja se Nusantara. atau bergabung “Asosiasi Kerajaan dan Keraton Indonesia” di Jakarta. Pada tiap tiga tahunan digelar Festifal Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) Tahun 2021 ini di Sumedang Jawa Barat bulan november 2021.

Tapi tolong tunjukan garis keturunan ketiga atau seterusnya. Keturunan Kerajaan Konawe, Raja Lakidende untuk dapat mewakili FAKN.Kecuali keturunan Kerajaan Laiwoi dan Keturunan Kerajaan Mekongga H. Nur Zaenab Lowa, Bokeo Mekongga ke XIV. Silahkan menyimak sejarah andoolo.


Andoolo Sebagai Suatu Kerajaan Otonom

Arti Kata Andoolo, bagi etnis Tolaki yang mendiami daratan Kab. Kendari plus Kota Kendari dan daerah Mekongga Kab. Kolaka, dipastikan mereka mengerti arti harfiah kata Andoolo. Kata Andoolo, jika ditinjau dari etimologi berasal dari bahasa Tolaki, terdiri dari dua suku kata yaitu Ando dan olo, Ando artinya daerah atau kawasan. Olo asal kata dari Oloho, yaitu suatu pohon yang tumbuh subur di hutan.

Jadi arti harfiah Andoolo adalah kawasan hutan tak bertuan? Andoolo yang jaraknya 75 Km dari Kota Kendari atau 65 Km dari Kota Unaaha lewat jalur Kec. Anggata. Sejak tempo dulu sudah ada penghuninya sejak zaman pra sejarah, memasuki zaman Pemerintah Kerajaan Konawe berpusat di Unaaha dan zaman Pemerintah Hindia Belanda hingga memasuki pergolakan kemerdekaan RI sampai sekarang ini disebut Orang Andoolo.

Nah, begitulah asal-usul pemberian nama menjadi Andoolo. Sampai sekarang nama itu masih eksis disebut daerah Andoolo hingga turun keputusan Pemerintah pusat menunjuk ibu kotanya, Kab. Konsel adalah Andoolo.

Jika kita menyinggung pertalian kota Andoolo dengan kota Unaaha dalam sistem Pemerintahan Kontemporer. Ibarat dua sisi mata uang atau saudara kandung. Dimana yang melahirkan 2 kota diatas dari sebagai ibu kandungnya adalah Kota Kendari. Kota Unaaha sebagai ibu kota Kabupaten Kendari dipilih waktu itu karena faktor sejarah dimana Unaaha tempo doeloe adalah pusat Kerajaan Konawe.

Maka keluarlah PP No. 29 Th 1982 tentang pembentukan Kab. Kendari, 75 Km dari Kota Kendari ke Unaaha. Arti Harfiah Unaaha sama persis Andoolo diatas yakni UNA adalah rumput ilalang. AHA artinya hamparan luas atau besar. Jadi Unaaha adalah hamparan ilalang yang luas. Seketika dalam benak kita memutar jarum jam 190 tahun silam daerah ini,pasti kawasan ilalang tak bertuan saat itu berkedudukan di Inolobunggadue Kerajaan Konawe sekarang.

Ternyata di Unaaha sana sudah jadi kota, tidak terdapat kawasan ilalang.Dewasa ini telah berdiri lokasi pusat Pemerintahan Kabupaten Kendari. Penataannya memaknai simbol Kalosara dengan sistem pola sarang laba-laba yang dikelilingi bangunan instansi Pemkab. Kompleks inilah disebut Inolobunggadue. Artinya kawasan berkeliaran hewan Anoa (drawf buffalo). Anoa adalah hewan mamalia satu-satunya di dunia hanya terdapat di Kab Kendari, Kab. Kolaka dan sekitarnya. Jadi wajar saja jika lambang Prov. Sultra adalah kepala Anoa.

Barangkali masih ada warga Sultra belum melihat hewan anoa?. Gampang, silahkan jalan-jalan ke kebun binatang Ragunan Jakarta. Atau kebun binatan Artaloka Surabaya disana ditangkarkan hewan berpostur pendek, tapi jangan coba-coba mendekati pasalnya tempramen hewan ini ganas suka mencelakakan manusia.

Konon kompleks Inolobunggadue di sinilah ada Komali atau Balairung Raja Konawe. Siapa gerangan yang mencoba-coba tamu tak diundang memasuki komplek Inolobungadue? pasti para hulubalang yang garang, ganasnya ibarat Anoa menahan anda. Dikompleks inilah persis dudukan ruang kerja Bupati Kendari sekarang Bupati Konawe, tapi sekarang hanya dijumpai Satuan Polisi Pamong Praja sebagai Tamalaki pengamanan kompleks kantor Bupati.

Menurut catatan sejarah Pemerintah Kerajaan Konawe, pada abad ke 17 M (1602-1668) pada masa Pemerintahan Tebawo menerapkan sistem Pemerintahan Siwolembatohu artinya wilayah kekuasaan berbentuk empat persegi, masing-masing dipimpin oleh seorang Mokole. Menurut Dr. A. Rauf Tarimana (mantan Rektor Unhalu) dalam bukunya Kebudayaan Tolaki, bahwa mokole tersebut, masing-masing memimpin empat wilayah, yang terdiri Tambo Ilosoano Oleo atau gerabang timur berkedudukan Mokole gelar Sapati di Ranomeeto, Tambo Tepuliano Oleo atau gerbang barat berkedudukan Mokole gelar Sabandara Iatoma/ Abuki. Barata I Moeri atau bintara di kiri berkedudukan Mokole gelar Inowa diPuriala/ Asaki Lambuya. Barata IHana atau gerbang Utara bergerak Ponggala I UNA Lalonggowuna di Tonggauna / Abuki. 

Jika kita simak sistem Pemerintahan Kerajaan Konawe di atas.Anda tidak akan menjumpai salah satu kekuasaannya Kerajaan Konawe yang ada di Andoolo kini Kab.Konsel. Mengapa? Konon wilayah ini masih potensial konflik perangantara daerah tetangga yaitu Suku Moronene. Sehingga belum sepenuhnya dikuasai politik ekspansi Raja Konawe yang berpusat di Unaaha. 

Menurut Daniel Bunggalawa dan H. Husni Labuku (KP 21/01/2000), sebagaimana kebesaran salah satu Pemerintahan siwolembatuhu, yaitu Mokole Ranomeetogelar Sapati.  Konon jika Anakia mangkat menjadi tradisi di gelar Mongae (mengayu). Sedangkan daerah atau wilayah Mongae terdapat di pesisir selatan. Tinanggea atau wilayah kekuasaan mokole/ Anakia Andoolo. Di sinilah tugas pokok Mokole/Anakia Andoolo mengawasi serangan dari luar yang ingin memasuki Pemerintahan Tebawo sebagai pusat Kerajaan Konawe (daerah Siwolembatohu) di Unaaha sana.

Oleh sebab itu Mokole Andoolo sejak dahulu tidak termasuk dalam sistem Pemerintahan Tebawo. Tetapi di Andoolo sana sebagai daerah khusus (otonom) yang ditugasi mengawasi wilayah Konawe Selatan dalam sistem Pemerintahan tersendiri. Sehingga Mokole/Anakia Andoolo sejak dulu tidak dilantik oleh Raja Konawe (A. RaufTarimana hal. 219).

Namun perkembangan selanjutnya sebelum Mokole Pertama Mbatono memangku jabatan. Ia dinobatkan dan dikukuhkan oleh La Siama Toono Motu’o dari Pehanggo. Mulai saat itulah Pemerintahan Mokole Andoolo terbentuk alias berdiri sendiri (Otonom) sebagai daerah istimewa. Terlepas dari Pemerintahan Kerajaan Konawe (G. Burhanudin dkk 1978/1979:hal 37).

Selain pendapat Dr. A. Rauf Tarimana Antropologi ke 13 di Indonesia di atas, Prof. Drs. Rustam Effendi Tamburaka, MA pakar sosiologi Unhalu dalam laporan penelitian buku sejarah Sultra hal 2015 menulis. Bahwa ketika Pemerintahan Belanda berkuasa di bumi Konawe dan Mekongga. Ternyata Mokole/Anakia Andoolo tidak bisa ditaklukan oleh rezim Belanda.

Setelah sekian lama melalui  perlawanan rakyat Andoolo, maka Mokole Andoolo berikutnya yakni Lababa II (putra Lapagari)diberi gelar oleh Zelfsbestur Laiwoi (Kerajaan baru) sebagai Anakia Andoolo (1918-1940), dan memasuki zaman negara kesatuan RI dan seterusnya di pimpin Noehoen Silondae (Bapaknya Drs. Rustam Silondae) sebagai Anakia Andoolo terakhir (1940-1959). Jika anda ingin mendalami catatan sejarah pergolakan rakyat Andoolo di Laiwoi Selatan ketika melawan penjajahan Belanda. Ternyata di Andoolo sebagai pusat perjuangan rakyat. Laiwoi selatan tepatnya di desa Andoolo waktu itu, kini sebagai Ibu Kota Kab Konsel.

Bahwa mantan Dan Rem 143 HO, Kol. TA Umboh mengatakan. Jika ingin mengetahui perjuangan rakyat di daratan Kendari khususnya di Laiwoi Selatan ketika menghadapi Belanda maupun Jepang adalah Daerah Andoolo (Mokole Andoolo) sebagai pusat Pemerintahan de facto RI di Kendari Selatan. Dokumen autentik perjuangan rakyat Andoolo melawan Belanda sampai sekarang tersimpan rapi di Kondam VII Wirabuana Makassar.

Banyak putra terbaik Veteran handal bekas Kerajaan Andoolo  telah menjadi tokoh Pemerintahan di Sultra. Di antaranya Drs H Abdullah Silondae mantan Gubernur Sultra ke III, Muh. Ali Silondae dan lain-lain. Sedangkan yang ikut menyaksikan peresmian Kab. Konsel di Andoolo tahun 2003adalah bapak Drs. H. Yakub Silondae mantan Wakil Gubernur Sultra periode gubernur Edy Sabara sebagai Tokoh Masyarakat Sulawesi Tenggara.


Kendari, 25 September 2021


Drs. H. Basaula Tamburaka

Budayawan Tolaki 

https://www.facebook.com/groups/1485396028175816/permalink/4287856324596425/

Rabu, 24 Juli 2019

Imam syafi’i

PESAN IMAM SYAFI'I

1. "Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan" (Imam Syafi'i)

2. "Jangan cintai orang yg tidak mencintai Allah, kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu" (Imam Syafi'i)

3. "Barangsiapa yang menginginkan husnul khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia" (Imam Syafi'i)

4. "Doa disaat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran" (Imam Syafi'i)

5. "Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat" (Imam Syafi'i)

6. "Siapa yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasehatimu. Siapa yang menasehatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu" (Imam Syafi'i)

7. "Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafan sedang di tenun" (Imam Syafi'i)

8. "Jadikan akhirat dihatimu, dunia ditanganmu dan kematian dipelupuk matamu" (Imam Syafi'i)

9. "Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi singa meladeni anjing" (Imam Syafi'i)

10. "Amalan yang paling berat diamalkan Ada 3 (tiga). 1. Dermawan saat yang dimiliki sedikit. 2. Menghindari maksiat saat sunyi tiada siapa-siapa. 3. Menyampaikan kata-kata yang benar dihadapan orang diharap atau ditakuti" (Imam Syafi'i)

11. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemeralatannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena dia tidak pernah meminta" (Imam Syafi'i)

12. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira bahwa ia merasa ridha" (Imam Syafi'i)

13. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengira bahwa ia selalu senang" (Imam Syafi'i)

14. "Apabila engkau memiliki seorang sahabat yg membantumu dalam ketaatan kepda Allah, maka genggam eratlah ia, jangan engkau lepaskan. Karena mendapatkan seorang sahabat yang baik adalah perkara yang sulit, sedangkan melepaskannya adalah perkara yang muda" (Imam Syafi'i)

15. Pesan Imam Syafi'i.
Nanti di akhir zaman akan banyak ulama yang membingungkan umat, sehingga umat bingung mana ulama warosatul anbiya & mana ulama suu' yang menyesatkan.

16. Pesan Imam Syafi'i:
"Carilah ulama yang dibenci oleh orang2 kafir & munafik, dan jadikanlah dia ulama yang membimbingmu & jauhi ulama yg dekat dengan orang2 kafir & munafik, karena dia akan menyesatkanmu & menjauhkanmu dari keridhoan Allah SWT".

💖💖 IMAM SYAFI'I 💖💖

Minggu, 14 Juli 2019

Asyifa Rahmadhani AP

first at high school...

Jangan pernah berputus asa dalam mencari ilmu dan belajar yaa nak...
Jika kamu mengalami kesulitan...itu karena kamu masih belajar...maka belajarlah terus..
Jangan takut dikatakan bodoh...karena tanda orang yang pintar itu karena kebodohannya lah..dia terus akan belajar...karena kalau dia merasa pintar maka dia akan berhenti untuk belajar...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : 
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ {45} الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ 
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya. [al Baqarah/2 : 45-46].
Ibnu Katsir rahimahullah , dalam Tafsir al Qur`ani al ‘Azhim (1/89) menerangkan ayat di atas dengan bertutur : “Allah memerintahkan hambaNya untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai pijakan bantuan dalam meraih apa yang mereka harapkan dari kebaikan dunia dan akhirat”.
Dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
Bila kedatangan masalah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat. 
Itulah shalat yang sebenarnya, yang berperan sebagai piranti bagi seorang muslim dalam meminta perlindungan dan mengadu kepada Allah Ta’ala dari berbagai macam kesulitan dan kesedihan, permasalahan dan kepenatan. Dia tidak akan merasa sendirian, tetapi mendapatkan dukungan dari Allah, Pemilik langit dan bumi. (almanhaj.or.id)