Selasa, 27 Desember 2016

Peribahasa/Pepatah Sunda

sampurasun.......

manawi bahan katampi
dina raraga ngariksa diri pribadi
malahmandar aya mangpaatna kanggo sadayana :

💝 *Wasiat Kolot Sunda* 💝
(sedikit pepatah dari orang tua Sunda)
🌿 _*Ngeduk cikur kedah mitutur, nyokel jahé kedah micarék*
( Nggak boleh korupsi, maling, nilep, dsb… kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya )
🌿 _*Sacangreud pageuh sagolek pangkék*
 ( Menepati janji & Consitent)
🌿 _*Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, ulah lali tina purwadaksina*
 ( harus mengikuti etika yang ada )
🌿 _*Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang*
( berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun ).
🌿 _*Kudu hadé gogog hadé tagog*
( harus consitent dengan perilakunya )
🌿 _*Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh*
(harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
🌿 _*Ulah ngaliarkeun taleus ateul*
(jangan menyebarkan isu, hoax, hasud, memfitnah, menghujat dsb).
🌿 _*Bengkung ngariung bongok ngaronyok*
( kompak dalam hal menghadapi kesulitan/ masalah harus di selesaikan bersama).
🌿 _*Bobot pangayon timbang taraju*
( semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan )
🌿 _*Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang*
( harus ada tujuan yg jelas sebelum melangkah ).
🌿 _*Tarajé nangeuh dulang tinandé*
(setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).
🌿 _*Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian*
(jangan berebut kekuasaan, sirik pidik, jail kaniaya).
🌿 _*Ulah ngukur baju sasereg awak*
( jangan hanya melihat dari kaca mata sendiri).
🌿 _*Ulah nyaliksik ku buuk leutik*
(jangan memperalat yang lemah, membesarkan perkara)
🌿  _*Ulah kéok méméh dipacok*
(Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).
🌿 _*Mun teu ngoprék moal nyapék, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih*_ ( segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan).
🌿 _*Neangan luang ti papada urang*
(Belajar mencari wawasan pengetahuan dari pengalaman orang lain)
🌿 _*Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun*
(speak the truth nothing but the truth).
🌿 _*Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay panangan*
(saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).
🌿 _*Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak*
(Kompak, harmonis dlm team work )

🙏🙏🙏
💝

Sabtu, 03 Desember 2016

Jumat, 02 Desember 2016

Renungan awal Desember 2016

 Bekal surga 
(WS Rendra)

Seringkali aku berkata...
Ketika semua orang memuji milik-ku..
Bahwa sesungguhnya ini ...hanyalah titipan..

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya..
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya..
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya..
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya..

Tetapi...mengapa aku tak pernah bertanya:

Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Apakah aku memuliki hak atas seauatu yang bulan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?...

Ketika diminta kembali...

Kusebut itu sebagai musibah..
Kusebut itu sebagi ujian...
Kusebut itu sebagai petaka...
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita...

Ketika aku berdoa...
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku..

Aku ingin lebih banyak harta...
Ingin lebih banyak mobil...
Lebih banyak popularitas..
Dan kutolak sakit..
Kutolak kemiskinan...
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku...

Seolah keadilan dan kasih-Nya,harus berjalan seperti matematika...
Aku rajin beribadah,maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
Dan nikmat dunia kerap menghampiriku...

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih...
Kuminta Dia membalas"perlakuan baikku"...
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku...

Gusti...
Padahal tiap hari kuucapkan,....
Hidup dan matiku untuk beribadah...

"Ketika langit dan bumi bersatu,...bencana dan keberuntungan,...sama saja"