Kamis, 30 November 2017

Seorang Muslim Mencari Allah

*Seorang Muslim Mencari Allah*
*PERJALANAN MENCARI KEBENARAN*

(tulisan inspiratif Eka Pratama Alumni Mesin ITB 2002.

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Saya bukan ustadz.
Saya hanya seorang *"truth seeker"* yang suka menulis.
Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain.

Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an.
Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti?

Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis?

Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita? Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa *berbahasa arab* dalam mempelajari Al -Quran?

Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an? Mendengar pertanyan-pertanyaan ini seperti dejavu.

Teringat pertanyaan-pertanyaan saya sendiri beberapa tahun yang lalu, yang bahkan lebih liar dari ini. Tapi Alhamdulillah...
Justru pertanyaan-pertanyaan seperti itulah, yang *jika kita mencari jawabannya dengan tulus dan murni untuk mencari kebenaran* (bukan kesombongan), kemudian kita menemukan jawabannya, akan *membuat iman kita kokoh dan tak tergoyahkan.*

Tulisan ini mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan di atas.
Saya hanya sharing pengalaman saya sendiri, yang mungkin bisa diambil manfaatnya dan dipakai untuk memotivasi.
Motivasi untuk terus mencari jawaban, menggunakan segala potensi yang kita miliki, termasuk akal.
Dan *akal bukanlah logika tanpa batas.*
*Akal adalah logika yang tunduk dan rendah hati.*
Motivasi bagi siapapun yang memiliki pertanyaan yang sama, atau bahkan yang sedang mengalami krisis keimanan, atau untuk siapapun yang pada titik tertentu dalam hidupnya mulai bertanya:
*Mengapa saya ada di sini?*
*Untuk apa sih tujuan hidup ini?*
*Apa yang terjadi setelah saya mati? Dari mana saya tahu saya memiliki keyakinan yang benar?*
Well, mari kita mulai.

Alhamdulillah...
I was born as a muslim.
Yup, orang tua dan keluarga saya juga muslim. (Saya tidak sedang mengomentari istilah agama warisan yang ditulis seorang remaja baru-baru ini, hehe.)

Saya hanya mau menceritakan bahwa *saya sangat menyesal karena sangat terlambat menyadari anugrah Allah yang telah menakdirkan saya terlahir di keluarga muslim.*

Penyesalan yang baru terjadi beberapa tahun ke belakang, mungkin sekitar tahun 2014. *Sebelum itu, interest saya terhadap ilmu agama sangat minim, sangat jarang ikut kajian, apalagi baca buku agama.*
*Ibadah pun pas-pasan, shalat subuh sering kesiangan, baca Qur'an jarang-jarang, zakat kadang-kadang, pas ada yang minta bantuan paling enggan, puasa bulan *Ramadhan juga datar-datar aja dan lewat begitu aja tanpa ada perubahan.*

Fokus saya saat itu adalah: *uang, bayar utang, menafkahi istri dan anak, membangun rumah tangga, rumah, mobil, pendidikan anak dan sejenisnya.*
Karena menurut saya pada saat itu, itulah yang bisa mendatangkan *kebahagiaan* dalam hidup.
Hingga suatu saat ketika utang semakin sedikit, penghasilan makin naik, karir pekerjaan semakin baik (walaupun menuntut waktu lebih banyak dan tanggung jawabnya lebih besar), rumah sudah ada, mobil sudah ada, biaya kesehatan ditanggung, saya *mulai suka bertanya sendiri:*

*What's next?* (Selanjutnya apa?).

OK, next-nya mungkin rumah yang lebih bagus, mobil yang lebih bagus, dan sejenisnya.
*Dan ketika semua itu tercapai, saya mulai ngerasa aneh.*
Kok kerasa *hampa* ya?
Ngga sebahagia yang dibayangkan sebelumnya.
Meanwhile, *tanpa disadari tuntutan pekerjaan makin ganas, dan stress mulai melanda.*

Instead of baca Qur'an, *musik-film-game* lah yang jadi andelan.
*Stress memang hilang, tapi sesaat.*

Besoknya balik ke kantor stress lagi.
Sampai akhirnya semua itu mulai *berpengaruh ke kesehatan.*
Mulai sering sakit, daya tahan tubuh drop, sering kena maag, asam lambung, dll.
Saya kadang menjadi sedikit delusional, sering membuat lagu sendiri, membuat puisi sendiri, kadang hanyut di alam khayalan dan angan-angan kosong.

*Rindu akan kedamaian, yang abstrak, yang entah bagaimana mencapainya.*
Sampai suatu hari, saya *jatuh kepeleset* di stasiun dengan posisi jatuh *terduduk.*

Ceritanya panjang sebenernya, singkat cerita saya jadi *ngga bisa berdiri, ngga bisa duduk, apalagi jalan,* karena setelah diperiksa dokter, ada urat yang kejepit di punggung/pinggang.

Ada cairan lumbal disc yang pecah dan menjepit saraf. Saya harus *dioperasi,* walaupun cuma operasi kecil. Tapi tetep harus dibius total. Saya masih ingat betul, pemandangan terakhir yang saya ingat di ruang operasi, sebelum saya ngga sadar, adalah lampu di atas ruang operasi.

Melihat lampu itu dengan syahdu, saya membatin: *"Gimana kalau ada yang salah dan saya mati?* Inikah akhir perjalanan hidup?"

Alhamdulillah saya masih hidup, dan operasinya berjalan lancar. Beberapa hari kemudian saya sudah bisa pulang ke rumah dan menjalani masa pemulihan.
Sudah bisa duduk, berdiri dan berjalan walaupun belum normal. Saya mulai suka *bermimpi yang aneh-aneh.*
Suatu hari saya bermimpi sedang digantung di atas lautan api yang menyala-nyala.

Astaghfirullah....mimpinya serasa begitu nyata, sampai pas bangun pun rasanya masih teringat bagaimana panas yang terasa.

Mimpi itu seperti lecutan yang menghantam keras.
Setelah itu saya *mulai sering membuka Al-Qur'an, dan mulai membaca buku-buku agama.*

Air mata pun mulai sering menetes. *Rasa sesal mulai meresap ke dalam hati.*
Mimpi berikutnya tak kalah menakutkan.
Ketika terbelalak melihat matahari terbit dari arah barat. Dan seketika itu datang *rasa sesal yang begitu nyelekit.* Tertutup sudah pintu taubat.
Astaghfirullah...

*Setelah itu, semangat mempelajari Al-Qur'an semakin menggebu-gebu.*
Pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri terus terlontar. Saking banyaknya pertanyaan sampai harus dicatat untuk *dicari jawabannya* kemudian.
*Seperti terlahir kembali menjadi orang yang baru.*
Pertanyaan-pertanyaan seperti :

"Mengapa saya ada di dunia ini?", "Apa tujuan saya ada di sini?", "
"Apa tujuan hidup ini?", "
"Apa yang terjadi setelah kita mati?", "

"Bagaimana saya tahu apa yang saya yakini ini benar?", "
"Apa sih sebenarnya isi Al-Qur'an?".

Bahkan sampai bertanya:
, *"Apa buktinya ya Qur'an itu benar dari Sang Pencipta, dan bukan buatan manusia?*", dan

*"Apa buktinya ya Islam itu benar?"*

Berhubung pertanyaan saya agak liar, saya kadang menghindari pertanyaan langsung kepada ustadz.
Karena setelah saya sensor pertanyaannya pun, seringkali jawabannya *kurang memuaskan.* Seringkali malah saya mendapat renspon bahwa pertanyaan saya ini ngga patut, dan bahwa keyakinan itu ya harus yakin aja, bahwa agama itu diyakini dengan hati, bukan dengan akal.
Dan seringkali diakhiri dengan kata "Pokoknya begini, dan begitu". Terpaksa saya iya kan aja, walaupun saya membatin, "Kalau keyakinan itu ya harus yakin aja, orang yang beragama lain juga bisa pake argumen yang sama dong.
Terus masa ada multiple kebenaran, padahal antara satu dan yang lain bertentangan?
Taklid buta dong jadinya."

Sehingga saya lebih banyak mencari sendiri melalui membaca buku, artikel, menonton video ceramah, dokumenter, dll.

Hingga seorang teman memperkenalkan saya dengan *video-video Ust. Nouman Ali Khan,* begitu juga teman lain yang memperkenalkan dengan *video Dr. Zakir Naik.*
Walaupun tidak pernah bertemu, mereka terasa begitu dekat di hati.

*Both of them are my heroes.* Isi ceramahnya benar-benar persis dengan apa yang saya butuhkan. Saya sangat beruntung, *bahasa Inggris* yang sehari-hari digunakan di tempat kerja, ternyata sangat berguna untuk mendengarkan ceramah mereka berdua dalam bahasa aslinya.

Saya sangat terinspirasi dengan Dr Zakir Naik ketika beliau sedang berdebat dengan seorang atheis, kemudian beliau berkata:

, "So you're an atheist? Congratulation! *You're half a moeslim.*
To become a moeslim you need to admit that *there is no god, except Allah, Laa ilaaha illallah.*
You already believe there's no god, correct?
Then my job is to convince you another half: illallah, except Allah

." (Jadi anda ateis? Selamat! Berarti anda setengah muslim. Untuk menjadi seorang muslim, anda harus mengakui bahwa tidak ada tuhan, selain Allah, Laa ilaaha illallah.
Anda sudah percaya bahwa tidak ada tuhan, benar? Jadi saya tinggal meyakinkan anda setengah bagian berikutnya: illallah, kecuali Allah).

Beliau juga menjelaskan bahwa kunci untuk menjawab pertanyaan: *"Apa bukti Islam lah yang benar?", *adalah Al-Qur'an.*
Bahwa selain *menjadi petunjuk dan pedoman hidup, Al-Qur'an juga merupakan sebuah mukjizat.*

Hard proof bahwa itu memang berasal dari Tuhan Yang Esa, Allah. Beliau menguraikan bagaimana *ayat-ayat Qur'an mendahului science sebanyak 1400 tahun.*

Sesuatu yang baru-baru ini saja ditemukan science, ternyata *sudah disebutkan Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu, di tengah gurun pasir tandus, melalui Nabi yang Ummi (tidak bisa baca tulis).*
*Siapa kah yang memberi tahu Nabi Sallallahu'alaihi wasallam, jika bukan Allah The Creator.*"

*"Di bumi* itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang yakin, dan *juga pada dirimu sendiri.Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"* (Adz Dzaariyaat: 20-21)

Beberapa di antaranya:

1. *Teori Big Bang* dan asal usul alam semesta yang baru di era science modern ditemukan *(1980an)*, yang menyatakan bahwa alam semesta saat ini terus mengembang. Dan dulu merupakan suatu kesatuan massa besar namun kemudian terjadi ledakan besar sangat dahsyat (big bang) yang terus mengembangkan alam semesta. Hal ini ternyata sudah diisyaratkan dalam *Surat Al-Anbiyaa: 30* "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya *langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu,* kemudian *Kami pisahkan antara keduanya*. Dan *dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.* Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

2. Bulan bercahaya dengan *memantulkan sinar matahari.* Hal ini juga *baru diketahui science modern.* Dulu orang menyangka bulan memancarkan cahayanya sendiri. Dan ayat Qur'an sudah menyebutkannya jauh lebih dulu dalam *Surat Al-Furqaan: 61* dan juga ayat-ayat lain. Al Qur'an selalu konsisten menyebutkan matahari dengan "Syams" atau "Siraaj (obor)" atau "wahhaaj (lampu menyala)". Dan cahaya bulan dengan kata " muniir" yang artinya *tidak mengeluarkan cahayanya sendiri.*

3. Besi yang sekarang ada di bumi, tidak terbentuk saat bumi terbentuk pertama kali. Penemuan astronomi modern mengungkap bahwa logam besi yang ada di bumi ternyata berasal dari benda-benda luar angkasa. Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan di dalam inti bintang-bintang raksasa. Hal ini lagi-lagi sudah disebutkan dalam *Surat Al Hadid: 25.* Pada ayat ini, kata "Anzalnaa" berarti "Kami turunkan".

4. Gunung sebagai pasak yang memiliki root/akar yang menhujam ke lapisan dalam bumi sebagai *penstabil kerak bumi.* Hal ini *baru diketahui ilmu geologi modern*. Dan Al Qur'an sudah menyebutkan ini dalam *Surat Thaha: 6-7, Surat Al-Anbiyaa:31, dan Surat Lukman:10.*

5. Gunung yang *bergerak perlahan* (beberapa cm per tahun). Juga baru diketahui ilmu geologi modern. Dan Al Qur'an sudah menyebutkan ini dalam *Surat An Naml:88.*

6. Fenomena *pembatas antara dua perairan.* Seperti di daerah Selat Giblatar, yaitu *pertemuan antara Laut Mediterania dan Laut Atlantik*. Diungkapkan oleh ahli Oseanografi Francis J. Cousteau. Dan ini sudah disebutkan dalam *Surat Ar-Rahman: 19-20 dan An-Naml: 61.*

7. Penciptaan manusia di dalam kandungan ibu. Dr Keith Moor, seorang ahli embriologi dibuat takjub dengan *begitu akuratnya Al-Qur'an mendeskripsikan perkembangan embrio dalam Surat Al-Alaq:1-2, Surat Al-Mu'minuun:12-14, Surat Al Qiyamah:38 dan Surat Al Hajj: 5*.
Dan masih banyak lagi dan tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini karena begitu banyaknya.
*Subhaanallah...*
Sedikit demi sedikit pertanyaan-pertanyaan itu mulai menemukan jawabannya masing-masing.
Di sini saya mulai menyadari betapa pentingnya menguasai *bahasa Arab klasik.*
Karena terjemahan kadang doesn't even scratch the surface.
Terlalu banyak *makna yang hilang.* *Keyakinan terhadap kebenaran Al-Qur'an semakin terasa mantap*. Meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab.

Kitab agama lain pun ada yang mempunyai kandungan science. Apakah itu berarti kitab mereka pun benar?
Untuk meyakinkan, berarti ada satu hal lagi yang harus dipastikan, yaitu apakah informasi yang berada di dalam Al Qur'an itu *intact atau utuh dan free from corruption?*

Di sini juga saya pun bertanya-tanya mengapa ayat-ayat Al Qur'an terlihat seperti melompat-lompat dan seperti tidak sistematis?

Di sinilah *kajian-kajian Ust Nouman Ali Khan* begitu banyak memberikan jawaban yang memuaskan.

Ust Nouman begitu mendalam membahas *sisi linguistik* Al-Qur'an, yang membuat saya *benar-benar terpukau dengan Al-Qur'an.*

Semangat untuk belajar bahasa Arab klasik terasa makin menggebu-gebu jadinya.

Sebagai seseorang yang hobi menulis dan membuat puisi, saya dibuat *takjub dengan surat-surat yang incredibly poetic,* terutama *surat-surat Makkiyah.*

Walaupun baru mulai belajar bahasa Arab, *I can't help myself ketika mendengarkan ayat-ayat yang begitu puitis, seringkali tak kuasa menahan air mata yang mengalir, karena keindahan bahasanya yang begitu kuat terasa,* meskipun didengar oleh *telinga saya yang non-arab.* *Lebih indah dari lagu atau irama mana pun.*
*Lebih dahsyat dari puisi mana pun*. Belum lagi jika ayat itu berhubungan dengan penciptaan atau alam.
Bagi penggemar science seperti saya, yang sering nonton video dokumenter tentang alam, bagaimana terbentuknya bumi, luar angkasa, bintang-bintang, blackhole, dan sebagainya, ayat-ayat scientific dan luar biasa puitis itu *benar-benar menembus ke dalam jiwa*.

Saya pun dibuat *takjub dengan Ring Composition Structure di beberapa Surat Madaniyah.* Serta ayat-ayat yang *incredibly symmetric. It's so mind boggling, menakjubkan.*

Jelas sudah, *manusia tidak memiliki mental capability untuk membuat yang seperti ini.*
*It's definitely word of God.*

Berikut beberapa contoh-contoh *keindahan linguistik dalam Al-Qur'an:*

1. Dalam *Surat Al-Muddatsir ayat 3,* Allah SWT berfirman, وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ Terjemahan simpelnya: "dan agungkanlah Tuhanmu", sedangkan terjemahan yang lebih mumpuninya: "dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja" Huruf و dalam bahasa Arab, sebenarnya tidak selalu berarti "dan". Huruf و dapat digunakan untuk 21 jenis fungsi, dan salah satunya sebagai isti'naf yaitu untuk memulai kalimat baru. Sehingga sisanya berbunyi رَبَّكَ فَكَبِّر Nah sekarang perhatikan dengan baik. Kalimat tersebut *dimulai dengan huruf ر dan diakhiri dengan huruf ر juga.* *Huruf kedua adalah huruf ب dan huruf kedua terakhir adalah huruf ب juga.* *Huruf ketiga adalah huruf ك dan huruf ketiga terakhir adalah huruf ك juga. Dan huruf ف di tengahnya.* *Subhanallah!* *Suatu rangkaian simetris* yang hanya terdiri dari 7 huruf. Dalam bahasa Indonesia kita perlu menuliskan "dan nyatakanlah hanya keagungan Tuhanmu saja". Dan Qur'an *hanya membutuhkan 7 huruf yang disusun secara sangat elegan.*

2. Dalam *Surat Ya Sin ayat 40,* Allah SWT berfirman, لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ Terjemahannya simpelnya: "Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." Allah SWT berfirman tentang benda-benda angkasa, dimana masing-masing "berenang"/"melayang"/beredar/berputar pada garis edarnya. Sekarang perhatikan kata كُلٌّ فِي فَلَكٍ *Perhatikan huruf pertama ك dan bagaimana diakhiri dengan huruf ك juga.* *Huruf kedua adalah ل dan huruf kedua terakhir adalah ل juga. Huruf ketiga adalah ف dan huruf ketiga terakhir adalah ف juga. Dan di pusatnya ada huruf ي* Sekarang mari kita ilustrasikan: ك - ل - ف - ي - ف - ل - ك *Pusat dari rangkaian huruf tersebut adalah huruf ي yang merupakan huruf pertama kata berikutnya* يَسْبَحُونَ yang artinya mengorbit/berputar. *Subhaanallah!* *Bagaimana mungkin manusia bisa merangkai kata sedahsyat ini? It's so not human. It could only come from God.*

3. *Ayat Kursi* yang tentunya sudah familiar bagi seorang muslim. Ayat ini terbagi menjadi *9 kalimat*
: (1) اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ "

Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus menerus mengurus (makhkluk-Nya)" (2) لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ "tidak mengantuk dan tidak tidur" (3) لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ "Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi" (4) مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ "Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa izin-Nya" (5) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ "Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka" (6) وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء "dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki" (7) وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ "Kursi-Nya meliputi langit dan bumi" (8) وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا "Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya" (9) وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ "dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar" Kalimat pertama diakhiri dengan 2 nama Allah, yaitu الْحَيُّ (Yang Maha Hidup) dan الْقَيُّومُ (Yang Maha Mandiri;
Sumber dari segala sesuatu).
Dan kalimat pertama ini, memiliki kesamaan dengan kalimat ke-9, dimana juga disebutkan 2 nama Allah, yaitu الْعَلِيُّ (Maha Tinggi) dan الْعَظِيمُ (Maha Besar). Kemudian lihatlah kalimat ke-2, dan hubungannya dengan kalimat kedua dari akhir (kalimat ke-8). Mengantuk dan tidur adalah sifat makhluk.
Manusia misalnya, akan mengantuk jika kelelahan.

Tapi bagi Allah, memelihara dan menjaga langit dan bumi tidak membuatnya lelah atau berat. Kemudian perhatikan kalimat ke-3, dan koneksinya dengan kalimat ketiga dari akhir (kalimat ke-7).

Dua kalimat tersebut saling melengkapi. Pada kalimat ketiga, Allah menegaskan bahwa Dia lah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi.

Dan pada kalimat ke-7, Allah menegaskan bahwa Kursi-Nya, Kerajaan-Nya meliputi langit dan bumi.

Di dunia ini, pemilik yang memiliki suatu properti, belum tentu penguasa/raja yang memiliki kerajaan/authority.
Dan raja yang memiliki kekuasaan, belum tentu sebagai pemilik. Karena kepemilikan itu, terhadap suatu objek atau properti. Sedangkan kerajaan adalah mengenai kekuasaan untuk mengendalikan orang.
Di dalam ayat ini Allah sedang menegaskan bahwa *Allah adalah Pemilik sekaligus Raja bagi langit dan bumi.* Kemudian kalimat ke-4, dan hubungan maknanya dengan kalimat keempat dari akhir (kalimat ke-6).
Di kalimat ke-4 Allah menegaskan bahwa *tidak ada seorang pun yang memiliki authority, kecuali Allah memberikannya.*

Dan ini dilengkapi dengan kalimat ke-6 yang menegaskan bahwa *tak ada seorang pun yang memiliki ilmu-Nya, kecuali Allah menghendakinya*.
Dan lihatlah bagaimana kalimat ke-5 yang berada di tengah, yang bertindak bagai cermin bagi kalimat di depan dan di belakangnya, sambil menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang ada di depan dan di belakang mereka. *Who speak like that? Subhaanallah! So beautiful!*
4. *Surat Al-Baqarah,* surat terpanjang dalam Al-Qur'an, dengan jumlah 286 ayat, *has take the symmetry to the whole new level.*
Struktur ini dinamakan *Ring Composition Structure.*

Hal ini *baru-baru ini saja ditemukan melalui penelitian linguistik modern.* Surat ini bisa dibagi menjadi 9 bagian, berdasarkan tema:

Bagian 1: Keimanan & Kekafiran Bagian 2: Penciptaan & Pengetahuan
Bagian 3: Hukum yang diberikan kepada Bani Israil

Bagian 4: Ujian yang telah dijalani Nabi Ibrahim

Bagian 5: Perpindahan arah kiblat shalat

Bagian 6: Muslim akan diuji
Bagian 7: Hukum yang diberikan kepada muslim
Bagian 8: Penciptaan & Pengetahuan

Bagian 9: Keimanan & Kekafiran Perhatikan *bagaimana kesembilan tema tersebut simetris dan seperti membentuk struktur cincin,* dengan *bagian ke-5 sebagai cermin atau pusat tema.*

Dan di dalam bagian ke-5 ini terdapat *ayat ke-143*, yang posisinya *tepat di tengah surat* (total ayat ada 286), perhatikanlah bunyi ayat ini: "Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) 'umat pertengahan' agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.
Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu.
Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." *(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143)*
*Subhaanallah!*

Pernyataan umat Islam sebagai umat pertengahan, lokasinya tepat berada di tengah surat ini.

Dan ternyata *struktur ini bukan hanya ada pada level makro (tema) saja.*

Tetapi *juga pada sub-tema.*
Jadi *terdapat struktur cincin di dalam cincin.*

Misalnya saja pada *Bagian 8* - Penciptaan & Pengetahuan:
Bagian awal *(ayat 254):* Mukmin harus mengeluarkan sebagian harta dari apa yang Allah berikan Bagian tengah *(ayat 255-260)*: Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.
Allah memberi kehidupan dan kematian.
Bagian akhir *(ayat 261-284)*: Perumpamaan tentang zakat/sedekah
Bahkan *struktur ini tidak berhenti pada level sub-tema saja, tapi bahkan pada level ayat.*
Misalnya *ayat 255* yaitu ayat Kursi yang telah dibahas sebelumnya.
*Subhaanallah!*
*Level kepresisian yang menakjubkan ini, jelas terasa sebagai mukjizat* ketika mempelajari Sirah Nabawiyah atau sejarah Nabi Muhammad Sallallahu'alaihi wasallam. Saat itu, saya baru paham bahwa ayat-ayat Qur'an itu *diturunkan secara piecemeal,* sedikit demi sedikit, *sesuai dengan kejadian atau tantangan-tantangan yang dihadapi Nabi Sallallahu'alaihi wasallam saat menjalani misinya sebagai Rasulullah.*

Dengan kata lain, ayat-ayat yang turun adalah jawaban terhadap kejadian atau tantangan yang dihadapi tersebut.

Dan kejadian atau tantangan tersebut jelas-jelas *di luar kontrol beliau.*
Contoh kongkrit nya misalnya: Seseorang mukmin bertanya kepada beliau tentang suatu permasalahan, atau ketika musuh menantang beliau.

Respon dari hal ini berupa turunnya ayat kepada beliau, menjawab situasi spesifik yang beliau hadapi. Dan turunnya ayat ini *tidak harus berurutan di surat yang sama dan tidak harus turun secara kronologis.* Selama *kurun waktu 23 tahun,* ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan, out of sequence (tidak berurutan).

Segera setelah suatu ayat turun, barulah Nabi Sallallahu 'Alaihi Wassallam akan diinstruksikan oleh Allah untuk meletakkan ayat ini di posisi ini di surat ini.
Dan ayat itu di posisi itu di surat itu. Dan seterusnya, sehingga posisinya fixed.
Dan perlu diingat, pada saat itu Qur'an adalah *oral tradition.*

Para sahabat Nabi tidak melihat Qur'an seperti kita sekarang, dalam *bentuk kitab (tertulis).*
Mereka *mendengar* Al-Qur'an.

*It's an audio experience, not visual experience.*

Sebuah pengalaman audio namun *setelah dituliskan ternyata membentuk suatu struktur linguistik yang luar biasa.*

*Is that humanly possible?*

Al-Qur'an ini, *tidak seperti buku biasa buatan manusia.*

Ayat yang sekilas *terlihat melompat-lompat ternyata membentuk suatu struktur yang luar biasa.*

Fakta lain sebagai hard proof bahwa *Al-Qur'an memiliki struktur linguistik yang perfectly balanced adalah statistik kata di dalamnya.*

Di era modern ini Al-Qur'an sudah bisa dianalisis struktur linguistiknya menggunakan *komputer.*

Jumlah *total suatu kata* tertentu dalam Al-Qur'an *bisa dihitung* dengan cepat dan mudah.

Perhatikan fakta-fakta berikut: - *Kata "ad-dunya" (dunia) terhitung sebanyak 115 kali.*

Dan kata *"al akhirat*" (akhirat) persis sama sebanyak *115 kali.*
Kata *"malaaikat"* (malaikat) terhitung sebanyak *88* kali. Dan begitupun kata *"Syayaatiin"* (syaitan) sebanyak *88* kali. -

Kata *"al-hayaat"* (Kehidupan) terhitung sebanyak 145 kali. Dan begitupun kata *kematian* sebanyak 145 kali.

. - Kata *"Ash-shaalihaat"* (amal baik) terhitung sebanyak 167 kali. Dan begitupun kata *"As-saya-aat"* (amal buruk) juga sebanyak 167 kali. -

Kata *"ibliis"* (iblis) terhitung sebanyak 11 kali. Dan kata *berlindung dari iblis*, terhitung sebanyak 11 kali. -
Frasa *"mereka berkata",* terhitung sebanyak 332 kali.
Dan kata *"Katakanlah"*, juga sebanyak 332 kali. -

Kata *"bulan"* sebanyak *12* kali -
Kata *"hari"* sebanyak *365* kali *Again, is that humanly possible?*

*Saya begitu dibombardir dengan kedahsyatan mukjizat Al-Qur'an.*

Dan ternyata itu belum selesai. Al-Qur'an *juga menawarkan dahsyatnya struktur matematis yang dimilikinya.*

Salah satu yang mencolok adalah *huruf-huruf initial yang mengawali beberapa surat* seperti ق di Surat Qaf, huruf يس di Surat Ya Sin, dan sebagainya.

Mari kita perhatikan *beberapa contoh* berikut: -
•Jumlah huruf ق di Surat Qaf ada 57. Dan 57 = 3 x *19.* Artinya, 57 adalah *kelipatan 19.* Sehingga jumlah huruf ق di Surat Qaf merupakan kelipatan 19. Dan ternyata jumlah huruf ق di Surat Asy-Syura juga ada *57*. Jika jumlah huruf ق di kedua surat itu dijumlahkan, 57 + 57 = 114. Dan 114 = 2 x 3 x *19*. Kelipatan 19 lagi. -
•Jumlah huruf ي di *Surat Ya Sin* ada 237, dan jumlah huruf س ada 48. Jika dijumlahkan, 237 + 48 = 285. Dan 285 = 3 x 5 x *19.* Kelipatan 19 lagi. - Jika initial حم yang terdapat pada *Surat Al-Mu'min, Surat Al-Fussilat, Surat Asy-Syura, Surat Az-Zukhruf, Surat Ad-Dukhan, Surat Al-Jasiyah, dan Surat Al-Ahqaf,* dijumlahkan maka: Surat Al-Mu'min: terdapat 64 huruf "ha" dan 380 huruf "mim" Surat Al-Fussilat: terdapat 48 huruf "ha" dan 276 huruf "mim" Surat Asy-Syura: terdapat 53 huruf "ha" dan 300 huruf "mim" Surat Az-Zukhruf: terdapat 44 huruf "ha" dan 324 huruf "mim" Surat Ad-Dukhan: terdapat 16 huruf "ha" dan 150 huruf "mim" Surat Al-Jasiyah: terdapat 31 huruf "ha" dan 200 huruf "mim" Surat Al-Ahqaf: terdapat 36 huruf "ha" dan 225 huruf "mim" Jika kita jumlahkan semua, hasilnya: 2147. Dan 2147 = 113 x *19.* Kelipatan 19 lagi. -
"•Initial عسق di Surat *Asy-Syura* juga tidak terlepas dari ini.
Jumlah huruf ع ada 98. Jumlah huruf س ada 54. Jumlah huruf ق ada 57. Jika dijumlahkan, 98 + 54 + 57 = 209. Dan 209 = 11 x *19.* Kelipatan 19 lagi. -

•Begitu pun initial كهيعص di *Surat Maryam.*
Terdapat 137 huruf "Kaf", 175 huruf "Ha", 343 huruf "Ya", 117 huruf "Ain", dan 26 huruf "Shad". Jika dijumlahkan, 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798. Dan 798 = 2 x 3 x 7 x *19.* Kelipatan 19 lagi.
*Subhaanallah!*
Jika Al-Qur'an ini sudah tercampuri tangan manusia (corrupted), dan misalnya satu huruf ق saja hilang, atau huruf ي hilang, atau huruf lainnya, *maka saya tidak akan bisa menikmati mukjizat kelipatan 19 ini sekarang*.

Dan perhatikanlah *Surat Al-Muddatsir ayat 27-31* berikut ini: "Dan tahukah kamu apa Saqar itu? Ia tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
Yang menghanguskan kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai *suatu perumpamaan?”*

Demikianlah *Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki*. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri.
Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia." (QS. Al-Muddatsir: 27-31)

Ini baru beberapa contoh saja. Masih banyak lagi contoh-contoh lain yang bertebaran di dalam Al-Qur'an.

Dan semakin dalam kita menyelam ke dalam Al-Qur'an, semakin banyak harta karun yang kita temukan.
*Dan harta karun itu seperti tidak ada habisnya.*

Bagai lautan luas.
Dan *sepertinya kita tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memahami semuanya.*

Dan *setelah mukjizat demi mukjizat, sudah saat nya hati dan akal kita tunduk kepada Allah.* *Jalani perintah-perintah Allah di dalam Al-Qur'an.*

*Patuhilah perintah-perintah Rasul-Nya. Atii'ullaha wa atii'urrasul.* Taatilah Allah dan Rasul-Nya. *Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.*

*Because Al-Qur'an is a "live" guidance.*

Kita akan terkejut *ketika kita sedang menghadapi suatu masalah hidup, dan ketika membuka Al-Qur'an, secara kebetulan kita mendapati ayat yang seakan-akan merespon langsung atas permasalahan kita.*

Ketika akan melangkah ke dalam kemaksiatan, *tiba-tiba saja teringat ayat-ayat Allah yang melarang perbuatan tersebut.*

*We will receive His Guidance thru His words in the Qur'an.*

*Jadilah hamba-Nya.*

The summary of entire Qur'an is *basically to accept the fact that we are slaves and He is our Master*

(Ringkasan seluruh Qur'an pada dasarnya adalah untuk menerima kenyataan bahwa kita adalah hamba dan Dia adalah Rabb kita).

*Satu-satunya tujuan hidup kita, the sole purpose of this life, adalah mengabdikan diri kepada-Nya.* *Itulah satu-satunya cara agar kita mendapatkan kedamaian yang sesungguhnya.*

*Kedamaian di Surga-Nya.*

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ "

*Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"* (QS. Az-Zariyat: 55)
*Maha Benar Allah dengan segala firman Nya.*

*Alhamdulillahirabbil alaamin,#

Wabillahi taufik wal Hidayah
Wassalamualaikum wrwb...

Hari 21. Ramadhan 1438 H
Di copas dari WAG: Saling Berbagi[disingkat oleh WhatsApp]

Rabu, 16 Agustus 2017

Apa itu Sakit?...

*TENTANG SAKIT*

Suatu hari Rasulullah  SAW kedatangan seorang bapak dan anak gadisnya. Bapak tersebut meminta Rasulullah SAW untuk menikahi anak gadisnya dan mengatakan bahwa anak gadisnya merupakan anak yang sangat luar biasa dimana anaknya *sejak kecil sampai sekarang tidak pernah sakit*

Rasulullah SAW tersenyum dan beliau diberitahu oleh Malaikat Jibril untuk menolaknya karena *tidak ada kebaikan* dalam diri anak gadis itu.

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan.
Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah...

Sakit kalau kita sikapi dengan positif:

✅~ *Sakit itu "Zikrullah"*

Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.

✅~ *Sakit itu "Istighfar"*

Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

✅~ *Sakit itu "Tauhid"*

Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

✅~ *Sakit itu "Muhasabah"*

Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

✅~ *Sakit itu "Jihad"*

Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

✅~ *Sakit itu "Ilmu"*

Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

✅~ *Sakit itu "Nasihat"*

Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.
Allah cinta dan sayang keduanya.

✅~ *Sakit itu "Silaturrahim"*

Saat jenguk, bukankah yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

✅~ *Sakit itu "Penggugur Dosa"*

Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

✅~ *Sakit itu "Mustajab Do'a"*

Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.
Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido'akan.

✅~ *Sakit itu salah satu keadaan yang "Menyulitkan Syaitan"*

Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

✅~ *Sakit itu membuat "Sedikit tertawa dan banyak menangis"*

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

✅~ *Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah"*

Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lebih sering,
Bermunajat - Do'a jadi lebih lama.

✅~ *Sakit itu memperbaiki "Akhlak"*

Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu'.

✅~ Dan pada akhirnya *"SAKIT"* membawa kita untuk selalu ingat akan *"KEMATIAN"*

*Allahumma Rabbannas az hibil ba'tsa... Isyfii wa anta syaafii', Laa syifaa a illa syifaa uka,  syifaa an laa yughadiru saqamaa..

[Tim Ruqyah Madu Assyifa].*

Rabu, 19 Juli 2017

Hari Lebaran 1438H / Idul Fitri 2017

Lebaran 1438 H
Alhamdulillah pada tahun ini dapat mengunjungi sanak keluarga, menjalin silaturahmi di Magelang, Jogjakarta dan Bandung
 Berlebaran di Ngablak, Magelang sangat berbeda rasanya dengan berlebaran di Kendari baik tata cara shalat Id maupun tradisinya...




Senin, 12 Juni 2017

12 Juni 2017

Yaumul Milad yang ke-2 
Muhammad Ar Rizky Ariefputra
Barrakallahu Fiik Ummrik..
Semoga apa yang kau cita-cita kan tercapai..
dan menjadi kebanggaan orang tua...
aamiin...

Sekelumit Cerita Berbagi Rasa Syukur dengan anak anak dari Taman Pengajian Alquran (TPA) Ngablak, Magelang



Kamis, 25 Mei 2017

Puasa Ramadhan 1438H

Menyambung tradisi...
(Mobasa-basa / Haroa)

Sebagai  ungkapan rasa syukur kehadirat Illahi..

Karena dengan perkenaan-Nya kita kembali dapat berkumpul kembali menyambut datangnya 
bulan suci , bulan yang didalamnya semua amal ibadah kita dilipat gandakan...
Memberikan pengajaran kepada anak dan cucu bahwa bulan Ramadhan berbeda dengan 
bulan bulan lainnya...Bahwa bulan Ramadhan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam..

Semoga tradisi ini tidak lekang oleh waktu dan jaman..

Arief dan keluarga
Mengucapkan 
Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan  1438 H
" Mohon maaf lahir dan bathin "


Kamis, 11 Mei 2017

Renungan pagi...

Note to My Self.

PERNIKAHAN

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan...
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...
Mengapa jatuh cinta gampang ?
Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.
Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak2x kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak2x kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.

7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman ℓãɪ̇ή.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman ℓãɪ̇ή.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K

1.Ketakutan akan Tuhan

2.Kasih sayang

3.Kesetiaan

4.Komunikasi dialogis

5.Keterbukaan

6.Kejujuran

7.Kesabaran

Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.
Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.
Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,
Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentan komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat !!
Better me = Better we.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan suami :
A. Tidak perhatikan perasaan istri.
Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

Selama berumah tangga,
milikiLah komitmen2x ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa2x bila ada apa2x, pasangan kita bukan dukun)
6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita " I LOVE YOU " biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa

Yakinlah Hal ini...

Jumat, 24 Maret 2017

Rejeki...

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah...

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja.

Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas.

Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.

Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor... Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-NYA, bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang··· halal atau haram sudah tidak peduli lagi...Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!" Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Rejeki itu harus yang halal supaya berkah, jangan sekali kali menggunakan rejeki yang tidak halal, karena cepat atau lambat rejeki yang tidak halal itu akan membuat kita mendapatkan batu lemparan dari-NYA

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil...

Jumat, 17 Maret 2017

Sabar...

Sabar Tidak Ada Batasnya

Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas sebagaimana ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang bersabar pun tidak memiliki batas.

Allah berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Ibnu Al-Jauzi mengatakan dalam Tashil li Ulumi At-Tanzil, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Ayat ini dapat ditafsirkan dengan dua makna. Pertama, orang yang sabar akan mendapatkan balasan pahala atas kesabarannya dan Allah tidak menghisab amalannya. Mereka inilah yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab. Kedua, balasan orang yang melakukan kesabaran itu tidak terbatas, lebih banyak dari apa yang diperhitungkan dan lebih besar daripada apa yang ditakar di mizan pahala, inilah pendapat mayoritas ulama.

Sabar adalah amalan yang agung, sampai-sampai Allah katakan bahwasanya Dia bersama orang yang sabar.

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)

Dari ayat ini dapat kita katakan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar berarti kita telah memilih untuk melepaskan kebersamaan Allah berupa rahmat dan perlindungan-Nya.

Dengan kesabaran pun Allah akan mengangkat seseorang menjadi pemimpin umat, panutan, dan kedudukan yang mulia. Allah berfirman,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

Demikian besar rahmat dan ganjaran yang Allah berikan bagi orang-orang yang bersabar. Pahala dan keutamaan yang begitu besar ini; ma’iyah(kebersamaan) dari Allah, pahala tanpa batas, kedudukan yang mulia, semestinya menjadikan seseorang berkeinginan kuat dan terpacu untuk mewujudkan hakikat kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas.

#intropeksi #wejangan #nasihat