Rabu, 10 Januari 2018

Kertas

Apa yang dicari...di dunia ini!!???

Akte lahir...adalah kertas.
Ijazah...juga kertas.
Akte nikah...kertas.
Paspor...kertas.
Surat kepemilikan rumah...juga kertas.
UANG...juga kertas.

Kehidupan kita layaknya hanya dikelilingi kertas-kertas.
Seiring waktu berlalu, semua dirobek.
Kemudian dibuang dan dibakar.
Berapa banyak orang bersedih karena "kertas-kertas" yang dimilikinya.
dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas-kertas" yang dimilikinya.

Tetapi...
Ada 1 (satu) lembar kertas yang tidak mungkin dilihat oleh manusia itu sendiri  yaitu,  "AKTE KEMATIAN"nya sendiri!
Maka manusia itu ada batasnya yang tidak mungkin dia mampu menjangkau waktu.
Ada 2 (dua) hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang :
~ Masa mudanya, dan
~ Kekuatannya.
Dan 2 (dua) hal yang berguna untuk setiap orang :
~ Hati yang mulia, dan
~ Hati yang
   mengampuni.
Juga 2 (dua) hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang  :
~ Sikap rendah hati,
   dan
‌~ Berbagi kasih.

Belajarlah punya prinsip hidup 
Ada 3 (tiga) fase hidup yang tampak dari kita :
1. Masa puber kita punya
   waktu dan kekuatan
   tetapi tidak punya
   "UANG".
2. Masa bekerja kita
   punya uang dan
   kekuatan, tetapi tidak
   punya "WAKTU".
3. Masa tua kita punya
   uang dan punya waktu,
   tetapi tidak punya
   "KEKUATAN" lagi.

Manfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya selagi masih bisa bernapas.
Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan kita.
Dan orang lain pun meyakini, bahwa kehidupan kita jauh lebih baik darinya. Mengapa begitu ? karena kita TIDAK MENSYUKURI APA YANG SUDAH KITA MILIKI

Hidup ini singkat dan kapanpun bisa berakhir
Jangan tertipu dengan usia muda.
Karena syarat mati tidak harus tua.
Jangan terpedaya dengan tubuh & badan sehat.
Karena syarat mati tidak mesti sakit.
Kebaikan akan membawa kebahagiaan.
Kebahagiaan akan membawa berkah.
Keburukan akan membawa malapetaka.
Malapetaka akan membawa penderitaan.
Tidak capek tetap perlu istirahat
Tidak kaya tetap harus bersyukur....

Senin, 01 Januari 2018

Tujuan Hidup

*RENUNGAN TUJUAN HIDUP..…?*


*Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,*
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

*Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,*
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

*Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,*
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

*Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,*
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..

*Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,*
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
*Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..*
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….
Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..
*Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..*
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…

*Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..*
Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja.. *Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..*
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa *hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..*
Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam

Ikhtiar itu perbuatan..
Rezeki itu kejutan..

Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
*“Darimana dan digunakan untuk apa”*
*Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…*
Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..!
Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..
*Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya….* Astaghfirullah…



#copas
.
.
*Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى*
.
.
Ref : http://bbg-alilmu.com/archives/16606